Al Qur'an

Pilihan terbaik demi menyusun kerangka kerja, usaha dan perbagai aplikasi.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eropa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA


*1. QOLBUN SYAKIRUN*

(hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.

(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)

*2. AL-AZWAJU SHALIHAH* (pasangan hidup yang sholeh).

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan, suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula

(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)

*3. AL-AULADUL ABRAR*
(anak yg sholeh/sholehah).

Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.

(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)

*4. AL-BAIATU SHOLIHAH* (lingkungan yg kondusif untuk iman kita).

Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah, seperti group ini saling m'ingatkan dlm kebaikan

(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)

*5. AL-MALUL HALAL*
(harta yang halal).

Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.
(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)

*6. TAFAKUH FID-DIEN* (semangat untuk memahami agama).

Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.

(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)

*7. UMUR YANG BAROKAH*.

Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).

Semoga bermanfaat bagi kita bersama dlm rangka muhasabah diri. Aamiin.

Senin, 01 Januari 2018

Mereka gemar membaca

Mereka gemar membaca

Membaca adalah gerbang untuk kita menguasai ilmu, meraih informasi, dan memahami sesuatu hal. intinya bahwa jika kita ingin menjadi pribadi pintar dan cerdas mulailah kita mencintai membaca.

Para orang tua yahudi dengan sangat konsisten mendiktekan pentingnya membaca, mereka tidak segan membeli buku yang mahal sekalipun karena mereka yakin kualitas itu mahal.

Orang - orang yahudi saat ini adalah kaum yang paling tinggi minat bacanya, kemudian disusul oleh orang - orang jepang yang sama gilanya dalam membaca buku. 

Hukum universal berlaku. Siapa yang gemar membaca, mereka akan mendapatkan informasi, siapa yg mendapatkan informasi, mereka akan mendapatkan pengetahuan. Dan Siapa yang menguasai pengetahuan, mereka akan menguasai informasi, teknologi, ekonomi, dan komunikasi, maka bersiaplah untuk menjadi " penguasa dunia "! Dan itu semua diawali dengan satu kata perintah " Bacalah " ! (Iqro)

Kita gemar mengucapkannya sementara bangsa lain gemar melaksanakannya.
Ayo kita membaca.!!

Jumat, 29 Desember 2017

BERKIBARNYA PANJI BULAN BINTANG DI EROPA.

Pada tanggal 19 juli 711 M, pasukan muslim yang di pimpin oleh Thariq bin zhiyad mampu menancapkan panji Bulan Bintang setelah pertempuran yang menentukan di Guadalete. Raja Roderick mencoba melerikan diri dengan menyebrangi sungai, tetapi ia mati tenggelam.

Sebelumnya jika Melihat perbandingan pertempuran antara kedua pasukan adalah 1 : 10. Pasukan thoriq bin ziyad terdiri dari 7.000 orang, sedangkan raja Roderick memiliki pasuka terlatih sebanyak 70.000 orang lemgkap dengan pasukan berkudanya. Kekuatan yang tidak sebanding memang, tetapi semangat dan keyakinan para prajurit, kekompakan dan dibalut dengan kualitas kepemimpinan thariq mampu bergerak dengan cepat tanpa hambatan.

Semangat dan kualitas para prajurit thariq bagaikan pemenuhan atas firman Allah swt :

" Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. ( Qs. Al-anfal : 65 )

Kemenangan thariq bin ziyad adalah tonggak dimulainya pencerahan di dunia eropa.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 27 Desember 2017

Mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?

Jika kita bertanya…

Mengapa masyarakat di Nusantara, menyebut Nederland sebagai Belanda? Mungkin orang Nederland sendiri akan bingung menjawabnya…

Sebelum kita menjawab pertanyaan itu, mari kita kembali membuka lembaran sejarah, 360 tahun yang silam…

Mudzakarah Ulama se-rumpun Melayu
Tidak jauh dari kota Palembang, tepatnya di sekitar daerah Pagar Alam, pada tahun 1650 M (1072 H), pernah berkumpul sekitar 50 alim ulama dari berbagai daerah, seperti dari Kerajaan Mataram Islam, Pagaruyung, Malaka dan sebagainya.

Tokoh utama pertemuan itu, adalah Syech Nurqodim al Baharudin (Puyang Awak), salah seorang keturunan dari Sunan Gunung Jati. Trahnya adalah melalui puterinya Panembahan Ratu, yang menikah dengan Danuresia (Ratu Agung Empu Eyang Dade Abang).
Hasil dari Mudzakarah Ulama abad ke-17, yang dipelopori oleh Syech Baharudin, antara lain:

1. Memunculkan perluasan dakwah Islam. Dengan demikian, paham animisme yang masih berkembang di masyarakat semakin berkurang dan terkikis.

2. Munculnya kader-kader mujahid, yang mengadakan perlawanan terhadap penjajah Eropa.

Dari peristiwa Mudzakarah inilah, munculnya istilah Belanda sebagai sebutan bagi bangsa Netherland, yang menjadi penjajah ketika itu. Adapun makna kata Belanda, berasal dari kata belahnde (belah = memecah, nde = keluarga).

Dan dengan menyebarnya, istilah Belanda ke seluruh pelosok Nusantara, menjadikan bukti bahwa hasil Mudzakarah tahun 1650M telah menjadi satu “Konsensus Nasional“.
Sementara disekitar tempat terjadinya peristiwa Mudzakarah, dinamai semende, yang bermakna satu keluarga (seme = same = sama = satu; nde = keluarga), yang merupakan lawan dari kata Belanda.